Jumat, 28 Juli 2017
|
NO
|
SOURCE
LANGUAGE
|
GOOGLE
TRANSLATION
|
TARGET
LANGUAGE
|
TRANSLATION
TECHNIQUE
|
|
1
|
There’s
another reason to eat your fruits and vegetables. It could lower your blood
pressure, according to new research.
|
Ada alasan lain untuk makan buah-buahan dan sayuran. Ini bisa menurunkan tekanan darah Anda, menurut penelitian baru.
|
Ada alasan lain untuk memakan buah dan sayur-sayuranmu
|
Literal Translation
|
|
2
|
Researchers
at the Keck School of Medicine of the University of Southern California have
found potassium-rich vegetables like sweet potatoes, avocados, spinach, beans
and bananas could help lower blood pressure.
|
Para peneliti di Keck sekolah kedokteran dari University of Southern California telah ditemukan sayuran yang kaya akan potasium seperti ubi jalar, alpukat, bayam, kacang dan pisang bisa membantu menurunkan tekanan darah. |
Para peneliti di sekolah kedokteran Keck dari Universitas California Selatan telah menemukan sayuran yang kaya akan potasium seperti ubi jalar, alpukat, bayam, kacang dan pisang mampu membantu menurunkan tekanan darah. |
Literal Translation
|
|
3
|
Decreasing sodium intake is a well-established way to lower blood
pressure," said professor Alicia McDonough. “But evidence suggests
that increasing dietary potassium may have an equally important effect on
hypertension."
|
Mengurangi asupan natrium adalah cara yang mapan untuk menurunkan
tekanan darah," kata profesor Alicia McDonough.“Tapi bukti menunjukkan
bahwa peningkatan diet kalium mungkin memiliki efek sama pentingnya pada
hipertensi."
|
Mengurangi asupan natrium adalah cara yang baik untuk menurunkan tekanan
darah. Menurut profesor Alicia McDonough. Namun bukti menunjukan bahwa
peningkatan diet kalium dapat menimbulkan efek yang sama pada hipertensi.
|
Literal Translation
|
|
4
|
To reach her conclusions, McDonough reviewed studies that looked
at the link between potassium and sodium, which has been known to cause
hypertension.
|
Untuk mencapai kesimpulan nya, McDonough Ulasan studi yang
melihat hubungan antara kalium dan natrium, yang telah diketahui menyebabkan
hipertensi.
|
Dalam kesimpulannya, Mcdonough mengulas studi yang menunjukan
hubungan antara kalium dan natrium yang menyebabkan hipertensi.
|
Free Translation
|
|
5
|
She
found that people who had more potassium tended to have lower blood pressure
regardless of sodium consumption. Her research indicated that the body does a
“balancing act” using sodium to control potassium levels in the blood.
Potassium is important for normal muscle and nerve function.
|
Dia menemukan bahwa orang yang memiliki lebih banyak kalium cenderung
memiliki tekanan darah yang lebih rendah terlepas dari konsumsi natrium.
penelitiannya menunjukkan bahwa tubuh melakukan “menyeimbangkan tindakan”
menggunakan natrium untuk mengontrol kadar kalium dalam darah. Kalium adalah
penting untuk otot normal dan fungsi saraf.
|
Dia menemukan bahwa orang yang memiliki lebih banyak kalium
cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah terlepas dari konsumsi natrium.
Penelitiannya menunjukkan bahwa tubuh melakukan “tindakan penyeimbang”
menggunakan natrium untuk mengontrol kadar kalium dalam darah. Kalium penting
untuk otot normal dan fungsi saraf.
|
Literal Translation
|
|
6
|
"When
dietary potassium is high, kidneys excrete more salt and water, which
increases potassium excretion," McDonough said. "Eating a high
potassium diet is like taking a diuretic."
|
"Ketika diet kalium yang tinggi, ginjal mengeluarkan lebih banyak garam dan air, yang meningkatkan ekskresi kalium," kata McDonough. "Makan diet tinggi kalium seperti mengambil diuretik." |
“Ketika diet kalium meninggi, ginjal mengeluarkan lebih banyak
garam dan air, yang meningkatkan ekskresi kalium,” Ujar McDonough. “Memakan
diet tinggi kalium itu seperti melakukan diuretik.”
|
Literal Translation
|
|
7
|
She said that as humans evolved, they ate a diet rich in
potassium, but low in sodium, leading us to crave sodium, not potassium.
|
Dia mengatakan bahwa sebagai manusia berevolusi, mereka makan
diet kaya kalium, tetapi rendah sodium, memimpin kita mendambakan natrium,
kalium tidak.
|
Dia mengatakan bahwa manusia itu berkembang, mereka memakan
sebuah makanan yang kaya akan diet didalam kandungan kalium, namun rendah
sodium, memimpin kita untuk mendambakan sodium, bukan kalium.
|
The technique that used in this sentence is free translation.
|
|
8
|
"If you eat a typical Western diet, your sodium intake is
high and your potassium intake is low. This significantly increases your
chances of developing high blood pressure," she said.
|
"Jika Anda makan diet yang khas Barat, asupan natrium Anda
tinggi dan asupan kalium Anda rendah. Hal ini secara signifikan meningkatkan
peluang Anda untuk mengembangkan tekanan darah tinggi," katanya.
|
“jika anda makan makanan diet khas barat, asupan sodium anda
tinggi dan asupan kalium anda rendah. Hal ini secara signifikan akan
meningkatkan kesempatan anda untuk timbul tekanan darah tinggi” katanya
|
The technique that used is grammatical translation
|
|
9
|
According to a 2004 study by the Institute of Medicine, adults
should eat about 4.7 grams of potassium a day to lower blood pressure.
|
Menurut sebuah studi tahun 2004 oleh Institute of Medicine, orang
dewasa harus makan sekitar 4,7 gram kalium sehari untuk menurunkan tekanan darah.
|
Menurut sebuah penelitian pada tahun 2004 oleh Institut Kesehatan,
orang dewasa harus makan sekitar 4,7 gram kalium sehari untuk menurunkan tekanan
darah.
|
Literal Translation
|
|
10
|
High blood pressure accounts for 51 percent of global stroke
deaths and 45 percent of deaths due to heart disease.
|
Tekanan darah tinggi menyumbang 51 persen kematian stroke yang
global dan 45 persen kematian akibat penyakit jantung.
|
Tekanan darah tinggi mengakibatkan 51 persen kematian akibat penyakit
stroke dan 45 persen kematian akibat penyakit jantung.
|
Free Translation
|
Translation
technique: Newmark
|
NO
|
SOURCE
LANGUAGE
|
GOOGLE
TRANSLATION
|
TARGET
LANGUAGE
|
TRANSLATION
TECHNIQUE
|
|
|
1
|
“I know what I mean, and you
needn’t be statirical about it. Its propet to use to good words, and improve
your vocabulary.” Returned Amy, with dignity.
|
"Saya tahu apa yang saya
maksud, dan Anda tidak perlu statirical tentang hal itu. Hal ini tepat untuk menggunakan
kata-kata yang baik, dan meningkatkan kosa kata Anda." Kembali Amy,
dengan martabat.
|
Literal translation
|
||
|
2
|
'‘When will he come home,
Marmee?" asked Beth, with a little
quiver in her voice.
|
"Ketika ia akan pulang,
Marmee?" tanya Beth, dengan bergetar sedikit dalam suaranya.
|
"Kapan dia akan pulang, Marmee?" tanya
Beth dengan sedikit getaran pada suaranya
|
Literal translation
|
|
|
3
|
“Good for
you, Jo! Did
you do it
on your own
responsibility?”
|
“Good for
you, Jo! Did
you do it
on your own
responsibility?”
|
Bagus
untuk mu, jo! Apakah kamu melakukan tanggung jawab itu untuk dirimu sendiri?
|
Literal translation
|
|
|
4
|
Such delightful times
as we are
having! Sight-seeing from
morning till night.
|
Kali menyenangkan seperti kita memiliki! Melihat-lihat dari pagi sampai malam. |
Betapa
berharga waktu yang kita miliki.Melihat pemandangan dari pagi hingga malam.
|
Modulation
|
|
|
5
|
I
wish you well, my dear.
|
Saya
berharap anda dengan baik, sayangku.
|
Aku
mengharapkan kesembuhanmu, sayangku.
|
Transposition
|
|
|
6
|
There
was no answer except her sister.
|
Tidak
ada jawaban kecuali adiknya
|
Hanya
adiknya yang menjawab.
|
Modulation
|
|
|
7
|
“Don’t worry about me!” Said Jo.
|
“Jangan kuatir tentang aku!” kata Jo.
|
“Jangan khawatir tentang aku!” kata Jo.
|
Literal translation
|
|
|
8
|
Laurie spoke cheerfully.
|
Laurie berbicara riang.
|
Laurie berbicara dengan riang.
|
Literal translation
|
|
|
9
|
"You must have gloves, or Iwon't go," cried Meg
decidedly.
|
"Anda harus memiliki sarung tangan, atau saya tidak akan
pergi," teriak Meg jelas.
|
“Kamu harus memiliki sarung
tangan, atau aku tidak akan pergi,” teriak Meg dengan jelas.
|
Literal translation
|
|
|
10
|
“Let us do it!” Said Meg thoughtfully.
|
“Mari kita melakukannya!” Kata Meg serius.
|
“Mari kita lakukan ini!” Kata Meg dengan serius.
|
Literal translation
|
|
Translation Technique: Albir, A.H
and Molina, L. 2002. Translation Technique Revisited: A
Dynamic and. Functionalist Approach
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)


