Sabtu, 12 Maret 2016


 Judul: Sunset Bersama Rosie.
Penulis: Tere Liye.
Penerbit: Mahaka Publishing.
Jumlah Halaman: 426 hlm.

Sinopsis:

Sebenarnya, apakah perasaan itu? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.
Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena kita lakukan hanya untuk sesuatu yang amat special di waktu yang juga special? Atau boleh jadi gratis, karena kita lakukan saja, dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali-kali.
Sebenarnya, apakah itu arti ‘kesempatan’? Apakah itu makna ‘keputusan’? Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah ‘keputusan’ atas sepucuk ‘kesempatan’? Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?  
Dalam hidup ini, ada banyak sekali pertanyaan tentang perasaan yang tidak pernah terjawab. Sayangnya, novel ini juga tidak bisa meberikan jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan itu. Novel ini ditulis hanya untuk menyediakan pengertian yang berbeda, melalui sebuah kisah keluarga hebat di pantai yang elok. Semoga setelah membacanya, kita akan memiliki satu ruang kecil yang baru di hati, mari kita sebut dengan kamar ‘pemahaman yang baru’.
Selamat membaca.


HALOOO!

Kali ini aku mau review salah satu novelnya Tere Liye. Actually, ini pertama kali aku baca novel Tere Liye sampe selesai, biasanya berenti di tengah jalan karena menurutku gaya bahasanya nggak cocok sama aku haha. Well, kenapa giliran novel yang ini bisa sampe selesai aku baca? Let's read and you'll get the answer!

Kita bahas dari cover dulu, ya! As u see, covernya bagus banget, ngegambarin suasana sunset di pinggir pantai gitu, terus ada tulisan "ROSIE" di pasir pantainya. Well, menurutku ini kayak "ngerusak" sih, aku lebih suka kalo tulisan "ROSIE"-nya diketik aja, bukan ditulis di pasir. Tapi ini not too bad lah ya?

Lanjut isinya!
Latar novel ini di kebanyakan di sebuah resor di Gili Trawangan, ada juga sih yang di Jakarta, Jimbaran, Denpasar, dll. Novel ini bercerita tentang dua orang sahabat, yaitu Tegar dan Rosie. Mereka ini udah bersahabat dari kecil, dan sampai sekarang, sampai Rosie udah menikah sama Nathan dan memiliki Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili--anak-anak mereka--mereka masih tetap bersahabat. Dari dulu sampai sekarang, Rosie masih sama, masih tetap perempuan yang sangat menyukai sunset. Namun sunset kali itu, sunset di ulang tahun pernikahannya yang ke-13 menghancurkan segalanya.

Sore itu, Rosie, Nathan, dan 4 gadis kecilnya, merayakan hari besar pernikahan mereka di Jimbaran. Keluarga mereka merupakan keluarga dengan intensitas kebahagiaan tinggi, tanpa henti bagai mata air di kaki pegunungan yang memancar deras. Begitu kata Tegar. Tegar yang juga ingin merasakan kebahagiaan mereka ikut bergabung melalui video-streaming yang tersambung ke ruangan kerjanya di Jakarta.

Dimulai dari sapaan-sapaan dari keempat anak Rosie, sampai obrolan-obrolan kecil pun berlangsung menyenangkan. Oh ya, anak-anak Rosie itu manggil Tegar dengan panggilan yang berbeda-beda, kayak: Anggrek manggil "Om", Sakura manggil "Uncle", Jasmine manggil "Paman", Lili manggil...... ah Lili kan masih bayi! Ntar dia manggil apa ya? Hmmm...

Di tengah perayaan tersebut, terjadilah bencana itu, bencana yang menghancurkan jimbaran dan seluruh kebahagiaan di dalamnya. Ledakan bom yang langsung membawa Tegar ke Bali dalam seketika tersebut juga sukses membatalakan pertunangan Tegar dengan Sekar--pacarnya--yang sebenernya akan berlangsung keesokan harinya. Ledakan bom tersebut juga menyebabkan Rosie kehilangan suaminya dan sempat depresi sehingga harus dirawat di pusat rehabilitasi selama dua tahun lebih.

Dua tahun yang terasa sangat lama, dua tahun yang membawa banyak perubahan. Anak-anak Rosie menjadi anak yang hebat dan jauh lebih dewasa dari umurnya berkat didikan Tegar. Ya, sejak kedatangannya ke Bali sesaat setelah ledakan bom tersebut, Tegar memantapkan diri untuk tinggal bersama keempat anak Rosie di Gili Trawangan--tempat yang membawa banyak kenangan masa kecilnya bersama Rosie--sampai Rosie benar-benar sembuh dan pulang ke resor.

Selama di Gili Trawangan, Tegar mendapat banyak pelajaran hidup yang tidak disangka-sangka datangnya dari 4 anak "ajaib" Rosie. Anak-anak super hebat yang mampu membawa kebahagiaan di mana pun, dan kepada semua orang, bahkan kepada orang yang telah menyebabkan kematian ayahnya sekalipun. Anak-anak yang mampu menjaga satu sama lain, yang mampu menjadi lebih dewasa dari umur mereka.

Namun sampai Rosie sembuh dan kembali ke resor, Tegar tetap merasa ingin tinggal di Gili Trawangan dan meninggalkan penatnya kota Jakarta. Entah apa yang ditunggunya di sana, entah apa yang menahannya, Tegar hanya terlalu mencintainya.

Yep! Kira-kira isi novelnya kayak gitu. Biasanya ya, novel yang sedih-sedih itu, ya, cuma di akhir sedihnya. Tapi ini kok ya dari awal udah dibikin nangis??!!! (Ya emang aku-nya aja sih ya yang cengeng).

Yang ngebikin cerita di novel ini tambah bagus tuh, anak-anaknya Rosie yang karakternya ajaib menurutku. Karakter mereka di sini kuat banget, dan bisa bikin pembaca kayak jatuh cinta gitu (halah -_-). 

Satu lagi yang bikin sukaaaaak banget sama novel ini, aku jadi jatuh cinta sama Gili Trawangan dan pengeeen banget nikmatin sunset di sana! Soalnya, Tere Liye ngegambarin sunsetnya tuh kayak bener-bener bagus banget, gitu. Keren deh pokoknya novelnya, baru kali ini baca novel yang bener-bener nggak ada kurangnya menurutku. Sebagus itu, loh, hehe.

Tapi... tulisanku tentang novel Sunset Bersama Rosie ini, ya pendapatku loh ya, tanggapan orang beda-beda, right? Buat yang tertarik sama novel ini, selamat membaca!




R.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates