Senin, 25 April 2016

[Komunikasi Bisnis #4] LAPORAN BISNIS

Apa itu laporan bisnis?

Menurut Herta A. Murphy dan Herbert W. Hildebrandt, laporan bisnis merupakan suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu. Sedangkan menurut Himstreet dan Baty laporan (bisnis) merupakan suatu pesan-pesan yang objektif, tersusun teratur yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi/lembaga ke lembaga yang lain untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.

Laporan bisnis memiliki beberapafungsi, antara lain:

-Untuk memonitor dan mengendalikan operasional perusahaan.
-Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan 
  perusahaan.
-Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan.
-Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal.
-Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atau
masalah tertentu.
-Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis baru.
Laporan bisnis juga dapat dibagi menjadi beberapa golongan tertentu, seperti:
  1. Menurut Fungsinya:
    -Laporan informasional: Laporan yang menyajikan informasi serta fakta-fakta mengenai suatu hal 
     tanpa melakukan analisis, serta kesimpulan dan rekomendasi.
    -
    Laporan Analisis: Laporan yang menyajikan fakta, menganalisis dan menginterprestasikan, kemudian menyimpulkan dan memberi rekomendasi.
  2.  Menurut Subyeknya: Laporan yang dibedakan menurut sumber diperolehnya laporan yang bersangkutan.
  3. Menurut Formalitasnya:Laporan yang dibedakan atas dasar formal atau tidaknya laporan yang bersangkutan.
  4. Menurut Keasliannya:
    -
    Laporan Otoritas : laporan yang dibuat atas dasar permintaan atau kuasa dari orang lain.
    -
    Laporan sukarela : inisiatif dari pembuat laporan itu sendiri.
    -
    Laporan swasta : laporan yang dibuat oleh organisasi atau perusahaan swasta.
    -
    Laporan public : disusun oleh lembaga pemerintah atau lembaga yang dibiayai Negara.
  5. Menurut Frekuensinya:-Laporan yang terdiri dari laporan berkala yaitu laporan yang disusun harian, mingguan, bulanan, 
      semesteran, tahunan.
    -
    Laporan Khusus : laporan atas kejadian yang unik(khusus) seperti laporan mengenai krisis dalam
      perusahaan.
  6. Menurut Jenisnya:-Laporan yang dipengaruhi oleh formalitas dan panjangnya laporan. Laporan infomal meliputi laporan 
      memorandum, laporan surat, dan laporan cetak. laporan formal sering disebut dengan laporan
      panjang.
    -Laporan surat merupakan suatu laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat.
      Laporan dalam bentuk cetakan mempunyai judul yang sudah tercetak, instruksi, baris-baris kosong.
      Laporan formal biasanya lebih panjang daripada laporan informal.
  7. Menurut Kegiatan Project:-Laporan pendahuluan.
    -Laporan perkembangan.
    -Laporan akhir.
  8. Menurut Pelaksanaan Pertemuan:-Agenda : suatu dokumen yang ditulis sebelum pertemuan berlangsung, dan biasanya terdiri atas
      jadwal pelaksanaan dan topik yang akan dibahas dalam pertemuan sehingga akan membantu peserta
      dalam persiapan.
    -Resolusi merupakan laporan singkat secara formal berisi hasil consensus suatu pertemuan.
    -
    Notulen adalah laporan resmi dalam suatu pertemuan yang telah berlangsung yang mencakup semua
      hal yang terjadi dalam suatu pertemuan. Mencakup pembahasan yang lebih luas dan berisi hasil
      pertemuan atau konferensi penting.
        
 Apa saja isi dari laporan bisnis?

Sebelum membuat laporan bisnis, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu struktur dari laporan bisnis itu sendiri. Struktur dari laporan bisnis adalah sebagai berikut:
1) Pendahuluan
Dalam bagian pendahuluan, ada sebelas hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu :
a. Pemberi Kuasa, adalah individu atau organisasi yang meminta laporan.
b. Tata letak, menginformasikan kepada pembaca tentang apa saja yang akan dibahas dalam laporan bisnis.
c. Masalah, biasanya diformulasikan di awal pendahuluan sebelum maksud atau tujuan laporan bisnis dinyatakan.
d. Maksud, merupakan poin penting dalam laporan bisnis.
e. Ruang Lingkup, berhubungan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan dalam sebuah laporan bisnis.
f. Metodologi, mengacu pada metode pengumpulan informasi.
g. Sumber-sumber, mencakup berbagai sumber yang kita gunakan dalam penyusunan laporan bisnis, baik sumber tertulis maupun sumber lisan.
h. Latar Belakang, jika pembaca dianggap perlu mengetahui informasi yang ada di laporan bisnis itu maka latar belakang harus disampaikan.
i. Definisi Istilah, jika kita menggunakan istilah yang memiliki beberapa penafsiran maka kita harus menjelaskan kepada pembaca definisi yang dimaksudkan.
j. Keterbatasan, adalah keterbatasan dalam hal dana, waktu, ataupun data yang tersedia.
2) Isi Laporan
Bagian terpanjang dalam laporan bisnis adalah isi laporan. Dalam bagian ini, kita membahas dan mengembangkan hal-hal yang penting secara rinci. Di samping itu, bagian ini dapat membantu kita mencapai maksud dari laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik ialah menjelaskan temuan fakta yang penting dan jelas.
3) Penutup
Bagian penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh. Hal-hal yang penting dalam bagian penutup yaitu :
a. Rangkuman, berisi ringkasan pembahasan secara menyeluruh.
b. Kesimpulan, berisi evaluasi secara ringkas fakta-fakta yang dibahas, tanpa memasukkan pendapat pribadi dari penulis laporan.
c. Rekomendasi, menyarankan suatu program tindakan yang didasarkan dari kesimpulan yang telah dibuat.
d. Rencana Tindakan, merupakan pernyataan terakhir yang mencakup waktu pelaksanaan program dan sebagainya.

Bagaimana cara membuat laporan bisnis yang baik?

Laporan bisnis merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam dunia bisnis. Untuk membuat laporan bisnis yang baik,paling tidak ada tiga hal yang harus terpenuhi, yaitu:
  1. Akurat.
    Keakuratan suatu laporan bisnis merupakan hal yang paling mendasar dalam pelaporan. hal ini berguna agar manager dapat mengetahui kinerja unit yang bersangkutan, sehingga apabila unit tersebut mengalami kemerosotan akan cepat ditanggulangi. Untuk menghindari ketidakakuratan laporan bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
    - Jelaskan peristiwa yang terjadi secara konkret
    - Laporkan semua kejadian yang relevan
    - Tempatkan fakta yang ada dalam suatu perspektif
    - Berikan bukti atas kesimpulan yang dibuat
    - Sajikan bukti yang valid dan mendukung kesimpulan anda
    - Tulis laporan secara objektif
  2. Keputusan yang baikLaporan bisnis akan lebih dilihat oleh audiens apabila laporan tersebut mencakup hal-hal berikut:
    - adanya ide pokok pada permulaan suatu laporan
    - melihat fakta yang tersedia
    - menerima uraian atau cerita secara menyeluruh
    - menggunakan bahasa yang mudah dipahami
  3. Format dan style laporanGunakanlah format laporan yang memang menjadi standar di instansi tersebut, hal ini guna menghindari ketidaksesuaian antara isi laporan dan format yang seharusnya. Dalam penentuan format apa yang digunakan, beberapa pertanyaan berikut mungkin akan membantu:
    - siapa yang membuat laporan?
    - apa masalah yang akan dilaporkan?
    - kapan laporan tersebut dibuat?
    - kemana laporan akan dikirim?
    - mengapa laporan tersebut dibuat?
    - bagaimana sikap audien? 
     
    Sumber:

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates