Sabtu, 16 April 2016


     Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa banyaklangkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.
     Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.

     Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.
     namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni cerita. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.

Tokoh utama di novel ini adalah Louisa Clark, atau biasa dipanggil Lou. Lou adalah seorang gadis 26 tahun dengan penampilan "nyentrik". Lou sangat menyukai pekerjaannya di sebuah kafe milik Frank, The Buttered Bun. Namun, hari itu Lou terpaksa diberhentikan karena Frank harus menutup kafe tersebut karena satu dan lain hal. Lou yang harus tetap bekerja untuk keluarganya akhirnya mencari pekerjaan baru melalui Bursa Tenaga Kerja, namun tidak satu pun menemukan pekerjaan yang cocok untuknya. Sampai akhirnya, Lou melamar sebagai perawat seorang penderita quadriplegia.

Namanya Will. Will Traynor. Dulu, Will sangat menyukai hidupnya. Ia menyukai pekerjaannya, perjalanan-perjalanannya, kegiatan-kegiatan fisik yang ia lakukan, menyukai sex. Will bilang, dulu hidupnya semarak. namun hari itu, sebuah kecelakaan membuatnya berhenti menyukai hidupnya. Will menderita quadriplegia, sebagian besar tubuhnya tidak dapat digerakkan, sehingga ia harus terus bergantung pada orang lain untuk melakukan banyak hal.

Hari itu Lou mulai bekerja menjadi perawat pribadi Will. Lou dikontrak oleh keluarga Traynor dengan biaya yang sangat lumayan selama 6 bulan. Baru-baru ini Lou mengetahui bahwa sebenarnya tugas Lou di sana bukan hanya menyuapi Will, melayaninya jika membutuhkan sesuatu, atau memberikan obat-obatan. Lebih dari itu, tugas utama Lou adalah memberi kesenangan pada Will. Pembawaan Lou yang ceria dan cenderung nyentrik itu pun perlahan berhasil membuat Will menjadi lebih baik. Will mulai mau tertawa, bercanda, bahkan bisa diajak bepergian ke luar rumah. Will menunjukkan perubahan yang sangat bagus, walaupun tubuhnya masih sama, masih harus selalu diberi obat tepat waktu, harus beberapa kali bolak-balik ke rumah sakit.

Walaupun sudah semakin ceria, Will tetap tidak mengubah keputusannya. Will ingin mengakhiri hidupnya dengan dignitas. Ia memberi waktu kepada keluarganya selama 6 bulan, dan selama itu juga, Lou, yang baru tahu tentang hal itu berusaha untuk mengubah keputusan Will. Mulai dari mengajaknya jalan-jalan di sekitar kastel, mengundangnya ke acara makan malam keluarga untuk merayakan ulang tahun Lou, sampai bepergian jauh ke sebuah pantai yang sangat indah. Lou terus berusaha sampai menempatkan Will pada prioritas utamanya, bahkan melebihi posisi Patrick, pacarnya yang menyebalkan. Lou juga terus berusaha sampai ia tersadar bahwa perasaannya terhadap Will sudah berubah, bukan lagi perasaan seorang perawat terhadap majikannya, Lou mencintainya.

Finnaly aku bisa juga baca novel ini, haha. Awalnya aku penasaran banget liat review orang-orang tentang novel ini yang katanya bagus banget, bikin nangis, dll. Sebelum baca novel ini, aku liat trailer filmnya dulu di youtube (iya, novelnya udah difilmin, yay!) jadi pas baca itu yang kebayang di pikiran aku si Sam Claflin, haha! Anyway, novelnya bagussssss banget! Jadi, di awal-awal aku masih mikir-mikir, ini sedih-sedihannya kapan ya? Ternyata aku baru ngerasain sedih di 100 halaman terakhir, dan yes, sampe sekarang nyeseknya masih kerasa saking sedihnya.

Novel ini ngambil beberapa sudut pandang kayak: Lou, Nathan, Mr.Traynor, Mrs.Traynor, Katrina, tapi yang paling banyak sih pastinya dari sudut pandang Lou. Banyak yang bilang pembagian sudut pandang ini mengganggu, kayak nggak penting aja gitu, tapi menurutku sih nggak sama sekali mengganggu loh, justru jadi tau yang sebenernya mereka rasain tuh gimana.

Anyway, novel ini cocok banget buat yang demen baca-baca novel sedih-sedih gitu haha, walaupun aku baru ngerasain sedih di about 100 halaman terakhir, tapi baca novel ini tuh kayak nggak mau berenti, pengen baca terus karena penasaran, haha. Pokoknya recommended kok, nggak nyesel bacanya! :D




R.

Senin, 21 Maret 2016

 

     Menurut Rosenbalt (1982), komunikasi bisnis adalah pertukaran informasi, pesan, gagasan, dan hal lain yang sejenisnya yang dilakukan secara pribadi atau umum melalui media, baik berupa simbol atau tanda-tanda untuk mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Pada postingan sebelumnya, penulis juga telah membahas tentang arti dari komunikasi sendiri dan beberapa jenis komunikasi.
     Secara etimologis, teknologi berasal dari kata techne yang berarti serangkaian metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan sebuah objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang metode dan seni. Namun secara umum, teknologi juga dapat diartikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai.
  1. Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis.

         
    Dalam berbisnis, tentunya komunikasi sangat diperlukan sebagai salah satu unsur yang akan membawa bisnis tersebut pada tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Dengan memiliki komunikasi yang baik, bisnis tersebut akan mendapatkan beberapa pengaruh, seperti:

    -Membantu membangun tim.

    Dalam membentuk suatu tim, tentunya diperlukan seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik terhadap anggotanya.

    -Menghindari kesalahpahaman.

    Kesalahpahaman tentunya sangat wajar terjadi di dalam dunia bisnis. Namun, dengan memiliki komunikasi yang baik dengan sesama, tentunya resiko tersebut akan dapat diminimalisir.

    -Membantu dalam meningkatkan proses bisnis.


    Dengan memiliki saluran komunikasi yang terbuka, tentunya bisnis akan dapat terus ditingkatkan secara efisien.

    -Meningkatkan kualitas layanan.


    Interaksi yang baik dengan pelanggan dapat meningkatkan kualitas bisnis di mata pelanggan. Hal tersebut tentunya menjadi nilai tambah bagi bisnis tersebut.
  2. Teknologi Informasi dalam Dunia Bisnis.
         Pada dunia modern seperti sekarang ini, tentunya teknologi menjadi salah satu hal yang paling penting dalam memenuhi kebutuhan manusia. Dalam dunia bisnis, teknologi sudah merupakan bukti nyata bahwa sekarang ini bisnis sudah semakin berkembang, terbukti dengan banyaknya bisnis-bisnis baru yang tidak hanya dilakukan secara offline, namun juga dilakukan secara online. Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi dalam dunia bisnis:

    -Menarik konsumen.

    Dengan adanya teknologi informasi, pebisnis dapat memiliki akses dan pilihan untuk berkomunikasi serta melakukan promosi yang semakin beragam. Hal ini tentunya dapat memberikan pengaruh yang sangat positif terhadap perkembangan bisnis itu sendiri.

    -Efektivitas Biaya.

    Teknologi memberikan banyak pilihan kepada pebisnis untuk melakukan penjualan yang tentunya akan lebih efisien jika dibandingkan dengan bisnis offline yang mengharuskan pebisnis mengeluarkan biaya-biaya operasional yang harus dikeluarkan terkait dengan bisnis offline mereka.

    -Berbisnis 24 jam.

    Melakukan bisnis selama 24 jam sehari sangat mungkin dilakukan bagi para pebisnis yang berbasis teknologi, karena pekerjaan yang sangat mudah dilakukan hanya melalui internet dan gadget mereka tentunya akan sangat membantu apabila dibandingkan dengan bisnis offline.
  3. Kesimpulan.

    Komunikasi, bisnis, dan teknologi merupakan tiga hal yang berkaitan, yang harus ada dalam sebuah bisnis. Bisnis yang baik tentunya harus memiliki komunikasi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan. Teknologi juga merupakan media tambahan yang diperlukan dalam berbisnis di era modern seperti ini, karena dapat mempermudah jalannya bisnis, juga meningkatkan adanya keuntungan bagi pebisnis yang bersangkutan.
Source

Sabtu, 12 Maret 2016


 Judul: Sunset Bersama Rosie.
Penulis: Tere Liye.
Penerbit: Mahaka Publishing.
Jumlah Halaman: 426 hlm.

Sinopsis:

Sebenarnya, apakah perasaan itu? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang.
Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena kita lakukan hanya untuk sesuatu yang amat special di waktu yang juga special? Atau boleh jadi gratis, karena kita lakukan saja, dan selalu menyenangkan untuk dilakukan berkali-kali.
Sebenarnya, apakah itu arti ‘kesempatan’? Apakah itu makna ‘keputusan’? Bagaimana mungkin kita terkadang menyesal karena sebuah ‘keputusan’ atas sepucuk ‘kesempatan’? Sebenarnya, siapakah yang selalu pantas kita sayangi?  
Dalam hidup ini, ada banyak sekali pertanyaan tentang perasaan yang tidak pernah terjawab. Sayangnya, novel ini juga tidak bisa meberikan jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan itu. Novel ini ditulis hanya untuk menyediakan pengertian yang berbeda, melalui sebuah kisah keluarga hebat di pantai yang elok. Semoga setelah membacanya, kita akan memiliki satu ruang kecil yang baru di hati, mari kita sebut dengan kamar ‘pemahaman yang baru’.
Selamat membaca.


HALOOO!

Kali ini aku mau review salah satu novelnya Tere Liye. Actually, ini pertama kali aku baca novel Tere Liye sampe selesai, biasanya berenti di tengah jalan karena menurutku gaya bahasanya nggak cocok sama aku haha. Well, kenapa giliran novel yang ini bisa sampe selesai aku baca? Let's read and you'll get the answer!

Kita bahas dari cover dulu, ya! As u see, covernya bagus banget, ngegambarin suasana sunset di pinggir pantai gitu, terus ada tulisan "ROSIE" di pasir pantainya. Well, menurutku ini kayak "ngerusak" sih, aku lebih suka kalo tulisan "ROSIE"-nya diketik aja, bukan ditulis di pasir. Tapi ini not too bad lah ya?

Lanjut isinya!
Latar novel ini di kebanyakan di sebuah resor di Gili Trawangan, ada juga sih yang di Jakarta, Jimbaran, Denpasar, dll. Novel ini bercerita tentang dua orang sahabat, yaitu Tegar dan Rosie. Mereka ini udah bersahabat dari kecil, dan sampai sekarang, sampai Rosie udah menikah sama Nathan dan memiliki Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili--anak-anak mereka--mereka masih tetap bersahabat. Dari dulu sampai sekarang, Rosie masih sama, masih tetap perempuan yang sangat menyukai sunset. Namun sunset kali itu, sunset di ulang tahun pernikahannya yang ke-13 menghancurkan segalanya.

Sore itu, Rosie, Nathan, dan 4 gadis kecilnya, merayakan hari besar pernikahan mereka di Jimbaran. Keluarga mereka merupakan keluarga dengan intensitas kebahagiaan tinggi, tanpa henti bagai mata air di kaki pegunungan yang memancar deras. Begitu kata Tegar. Tegar yang juga ingin merasakan kebahagiaan mereka ikut bergabung melalui video-streaming yang tersambung ke ruangan kerjanya di Jakarta.

Dimulai dari sapaan-sapaan dari keempat anak Rosie, sampai obrolan-obrolan kecil pun berlangsung menyenangkan. Oh ya, anak-anak Rosie itu manggil Tegar dengan panggilan yang berbeda-beda, kayak: Anggrek manggil "Om", Sakura manggil "Uncle", Jasmine manggil "Paman", Lili manggil...... ah Lili kan masih bayi! Ntar dia manggil apa ya? Hmmm...

Di tengah perayaan tersebut, terjadilah bencana itu, bencana yang menghancurkan jimbaran dan seluruh kebahagiaan di dalamnya. Ledakan bom yang langsung membawa Tegar ke Bali dalam seketika tersebut juga sukses membatalakan pertunangan Tegar dengan Sekar--pacarnya--yang sebenernya akan berlangsung keesokan harinya. Ledakan bom tersebut juga menyebabkan Rosie kehilangan suaminya dan sempat depresi sehingga harus dirawat di pusat rehabilitasi selama dua tahun lebih.

Dua tahun yang terasa sangat lama, dua tahun yang membawa banyak perubahan. Anak-anak Rosie menjadi anak yang hebat dan jauh lebih dewasa dari umurnya berkat didikan Tegar. Ya, sejak kedatangannya ke Bali sesaat setelah ledakan bom tersebut, Tegar memantapkan diri untuk tinggal bersama keempat anak Rosie di Gili Trawangan--tempat yang membawa banyak kenangan masa kecilnya bersama Rosie--sampai Rosie benar-benar sembuh dan pulang ke resor.

Selama di Gili Trawangan, Tegar mendapat banyak pelajaran hidup yang tidak disangka-sangka datangnya dari 4 anak "ajaib" Rosie. Anak-anak super hebat yang mampu membawa kebahagiaan di mana pun, dan kepada semua orang, bahkan kepada orang yang telah menyebabkan kematian ayahnya sekalipun. Anak-anak yang mampu menjaga satu sama lain, yang mampu menjadi lebih dewasa dari umur mereka.

Namun sampai Rosie sembuh dan kembali ke resor, Tegar tetap merasa ingin tinggal di Gili Trawangan dan meninggalkan penatnya kota Jakarta. Entah apa yang ditunggunya di sana, entah apa yang menahannya, Tegar hanya terlalu mencintainya.

Yep! Kira-kira isi novelnya kayak gitu. Biasanya ya, novel yang sedih-sedih itu, ya, cuma di akhir sedihnya. Tapi ini kok ya dari awal udah dibikin nangis??!!! (Ya emang aku-nya aja sih ya yang cengeng).

Yang ngebikin cerita di novel ini tambah bagus tuh, anak-anaknya Rosie yang karakternya ajaib menurutku. Karakter mereka di sini kuat banget, dan bisa bikin pembaca kayak jatuh cinta gitu (halah -_-). 

Satu lagi yang bikin sukaaaaak banget sama novel ini, aku jadi jatuh cinta sama Gili Trawangan dan pengeeen banget nikmatin sunset di sana! Soalnya, Tere Liye ngegambarin sunsetnya tuh kayak bener-bener bagus banget, gitu. Keren deh pokoknya novelnya, baru kali ini baca novel yang bener-bener nggak ada kurangnya menurutku. Sebagus itu, loh, hehe.

Tapi... tulisanku tentang novel Sunset Bersama Rosie ini, ya pendapatku loh ya, tanggapan orang beda-beda, right? Buat yang tertarik sama novel ini, selamat membaca!




R.

Jumat, 11 Maret 2016


     Istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris yang juga memiliki asal-usul dari bahasa Latin yaitu communis yang berarti sebuah proses untuk membangun kebersamaan dan pengertian. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri, istilah komunikasi diartikan sebagai pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Seiring berjalannya waktu, mulai muncul arti-arti dari komunikasi yang lain, yang berasal dari para ahli yang memiliki pandangan-pandangan yang berbeda.
     Di dalam berkomunikasi, harus dilibatkan juga beberapa unsur, seperti: komunikator, komunikan, pesan, saluran, dan sikap. Selain unsur-unsur yang harus terpenuhi, komunikasi juga harus ditempatkan sesuai dengan jenis yang tepat, seperti: komunikasi menurut penyampaian, menurut kelangsungan, menurut perilaku, menurut maksudnya, menurut ruang lingkup, menurut jaringan kerja, dan menurut peranan individu.

A. Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli.
    
     Sebelumnya, penulis telah menuliskan pengertian "komunikasi" menurut istilah dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, namun tidak dapat dipungkiri juga, masih banyak lagi arti lain dari "komunikasi", seperti menurut beberapa ahli berikut:

  1. Menurut Benny Kaluku, komunikasi adalah proses penyampaian pengertian yang mengandung semua unsur prosedur yang dapat mempertemukan pemikiran yang satu dengan pemikiran yang lainnya. 
  2. Menurut Astrid. S. Susanto, komunikasi adalah proses pengoperasian lambang-lambang yang mengandung arti.
  3. Menurut Murphy, komunikasi adalah seluruh proses yang diperlukan untuk mencapai pikiran-pikiran yang dimaksud.
  4. Menurut Claude Shannon dan Warre Weaver, komunikasi telah digunakan dalam pengertian yang sangat luas mencakup bahasa tulis, lisan, musik, seni lukis, teater, dan bahkan semua bentuk perilaku manusia.

B. Jenis Komunikasi.

Komunikasi merupakan alat penyampai yang harus ditempatkan di saat dan tempat yang tepat sesuai dengan jenis komunikasi yang ada, sehingga tidak terjadi salah tanggap dalam komunikasi yang bersangkutan. Berikut adalah beberapa jenis komunikasi:

  1. Komunikasi Menurut Penyampaian.

    Menurut penyampaian, komunikasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu: komunikasi lisan dan komunikasi tertulis.
    • Komunikasi lisan merupakan komunikasi yang dapat dilakukan secara langsung melalui suara, entah dengan bertatap muka langsung, atau hanya sekedar melalui telepon jarak jauh yang juga berarti komunikasi lisan tidak langsung.   
    • Komunikasi tertulismerupakan komunikasi yang disampaikan melalui tulisan, dengan apapun sebagai medianya. Komunikasi tertulis dapat berupa surat, blangko, ataupun pesan teks elektronik.
  2. Komunikasi Menurut Kelangsungan.
Menurut kelangsungan, komunikasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu: komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung.
  • Komunikasi langsung dilakukan tanpa adanya perantara atau orang ketiga sebagai media penyampainya.
  • Komunikasi tidak langsung memiliki perantara atau orang ketiga sebagai media penyampainya.

      3. Komunikasi Menurut Perilaku.

Menurut perilaku, komunikasi dapat dibagi menjadi 3, yaitu: komunikasi formal, komunikasi informal, dan komunikasi nonformal.
  • Komunikasi formal merupakan komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi di mana organisasi tersebut terikat oleh suatu struktur, salah satu contohnya seperti: rapat pada suatu perusahaan.
  • Komunikasi informal merupakan komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi yang tidak terikat oleh struktur apapun, sehingga komunikasi dapat dilakukan dengan lebih santai. 
  • Komunikasi nonformal, komunikasi ini terjadi di antara komunikasi formal dan komunikasi informal, komunikasi ini biasanya terjadi di lingkungan organisasi yang terikat struktur, namun hal yang dibahas merupakan pembahasan pribadi atau urusan organisasi tersebut, namun secara lebih santai.

      4. Komunikasi Menurut Maksud.

Komunikasi yang tepat harus dilakukan di tempat dan waktu yang tepat pula, sehingga komunikasi dapat dibagi menurut maksud yang ada, seperti:
  • Pidato 
  • Ceramah 
  • Memberi prasaran 
  • Wawancara 
  • Memberi perintah/tugas

      5. Komunikasi Menurut Ruang Lingkup.

Menurut ruang lingkup, komunikasi dapat dibagi menjadi 2, yaitu: komunikasi internal dan komunikasi eksternal.  
  • Komunikasi internal berlangsung di dalam suatu organisasi di mana komunikasi tersebut terjalin antar sesama anggota saja. Komunikasi jenis ini dapat dibagi lagi menjadi 3, yaitu:
          - Komunikasi vertikal (Komunikasi yang terjadi antara atasan dan bawahan dalam suatu organisasi).
          - Komunikasi horisontal: (Komunikasi yang terjadi antara anggota-anggota suatu organisasi yang kedudukannya sama dalam organisasi tersebut).
          - Komunikasi diagonal (Komunikasi yang terjadi pada anggota-anggota yang tidak memiliki kedudukan sejajar dalam organisasi tersebut).
  • Komunikasi eksternal merupakan komunikasi yang terjalin antara suatu organisasi dengan pihak lain di luar organisasi tersebut.

       6. Komunikasi Menurut Jaringan Kerja.

Menurut jaringan kerja, komunikasi dapat dibagi menjadi 3, yaitu: komunikasi jaringan kerja rantai,   komunikasi jaringan kerja lingkaran, komunikasi jaringan kerja bintang.
  • Komunikasi jaringan kerja rantai merupakan komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi ytang dilakukan dengan jaringan komando sehingga menggunakan pola komunikasi formal.
  • Komunikasi jaringan kerja lingkaran merupakan suatu jaringan komunikasi yang berbentuk lingkaran.  
  • Komunikasi jaringan kerja bintang merupakan komunikasi yang bersumber pada satu sentral dan saluran yang dilalui lebih pendek.

       7. Komunikasi Menurut Peranan Individu.

Menurut peranan individu, komunikasi dapat dibagi menjadi 3, yaitu: komunikasi antara individu dengan individu lain, komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas, dan komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih.
  • Komunikasi antara individu dengan individu lain merupakan komunikasi yang terjadi antara satu individu dengan individu lain yang bersifat formal ataupun informal.  
  • Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang lebih luas merupakan komunikasi di mana individu yang menjadi komunikator memiliki kemampuan yang tinggi untuk melakukan komunikasi dengan lingkungan yang lebih luas.  
  • Komunikasi antara individu dengan dua kelompok atau lebih merupakan komunikasi yang di dalamnya terdapat individu yang menjadi perantara antar kelompok-kelompok tersebut.

Kesimpulan

       Manusia merupakan makhluk sosial yang tentunya membutuhkan interaksi terhadap sesama demi kelangsungan hidupnya. Maka dari itu, manusia membutuhkan komunikasi yang baik sebagai media penyampai untuk berinteraksi dengan manusia lain. Komunikasi yang baik tersebut harus dilakukan di tempat dan waktu yang tepat.






Sumber: 
http://informasiana.com/pengertian-komunikasi-menurut-para-ahli/
http://kbbi.web.id/komunikasi
http://bsikomunikasi.blogspot.co.id/2009/05/komunikasi.html
http://istikatin.blogspot.co.id/2013/10/jenis-jenis-komunikasi_2026.html




R.

Senin, 04 Januari 2016








OLEH: RISKA AMELIA
17613788
3SA02







BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

            Candi Prambanan merupakan kompleks candi terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 Kilometer barat daya Surakarta, dan 120 kilometer selatan Semarang. Candi ini juga terletak persis diperbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
            Candi Prambanan masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping seperti candi Hindu pada umumnya, dengan candi Siwa sebagai candi utama yang memiliki ketinggian mencapai 47 meter yang menjulang di tengah-tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Pintu masuk ke kompleks bangunan ini terdapat di empat penjuru mata angin, namun bangunan ini sendiri menghadap kea rah timur, sehingga pintu masuk utama Candi Prambanan ini adalah gerbang timur.
            Sebagai candi terbesar di Indonesia yang memiliki arsitektur yang sangat indah, Candi Prambanan memiliki daya tarik tersendiri sehingga mampu menarik para wisatawan baik mancanegara maupun lokal, khususnya Jakarta Selatan. Selain bangunan yang indah, daya tarik lain yang ditampilkan oleh candi Prambanan ini adalah wilayah di sekitar candi. Kehidupan sehar-hari masyarakat di desa sekitar candi pun mampu dijandikan potensi yang dikemasa secara apik sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
            Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membuat penelitian ilmiah yang berjudul: Nilai Sejarah Candi Prambanan Sebagai Daya Tarik Wisata Bagi Remaja dari Jakarta Selatan.

1.2. Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

            1.2.1. Bagaimanakah sejarah berdirinya Candi Prambanan?

            1.2.2. Apakah nilai sejarah menjadi salah satu alasan para remaja dari Jakarta Selatan                               mengunjungi Candi Prambanan?



1.3. Tujuan Penelitian

            Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut:

            1.3.1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah berdirinya Candi Prambanan.

            1.3.2. Untuk mengetahui apakah nilai sejarah menjadi salah satu alasan para remaja dari                           Jakarta Selatan mengunjungi Candi Prambanan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kajian Teori

2.1.1. Pengertian Sejarah

            Secara harfiah, istilah sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh yang berarti waktu atau peninggalan. Namun istilah sejarah sendiri lebih dekat dengan bahasa yunani, yaitu historia yang berarti ilmu, yang lalu diubah menjadi history dalam bahasa Inggris, yang berarti masa lalu manusia.
            Dalam bahasa Indonesia, sejarah dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Adapun ilmu sejarah berarti ilmu yang mempelajari peristiwa penting pada masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi kejadian-kejadian yang terjadi pada masa lampau serta cara berpikir secara historis.
            Berikut adalah beberapa pengertian sejarah menurut para ahli:

1.      Muhammad Yamin     : Ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa                                         peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.

2.      Nugroho Notosusanto : Peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia sebagai makhluk                                           bermasyarakat yang terjadi di masa lampau.

3.      Taufik Abdullah          : Tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu di masa lampau                                           yang dilakukan di tempat tertentu.

4.      J.V.Bryce                    : Catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat                                         oleh manusia.

5.      Roeslan Abdulgani     : Salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan                                                         menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan                                                      masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.



2.1.2. Candi Prambanan Sebagai Daya Tarik Wisata

            Daya tarik wisata merupakan istilah dari obyek wisata. Sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia tahun 2009, istilah obyek wisata dinilai tidak relevan lagi untuk menggambarkan suatu daerah tujuan wisatawan. Berikut adalah beberapa definisi dari daya tarik wisata:
1.      Berdasarkan Undang-undang republik Indonesia No.10 tahun 2009, Daya Tarik Wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan,kemudahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan wisatawan.

2.      Menurut A. Yoeti dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ilmu Pariwisata”, daya tarik wisata merupakan segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu.

3.      Menurut Nyoman. S. Pendit dalam bukunya yang berjudul “Ilmu Pariwisata”, daya tarikwisata merupakansegala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat.

            Candi Prambanan sendiri merupakan daya tarik wisata yang mampu menyuguhkan pesonanya sendiri sebagai candi Hindu terindah di Asia Tenggara. Namun tidak hanya itu, selain keindahan arsitektur dari bangunan yang berada di daerah Yogyakarta ini, Candi Prambanan juga mampu memikat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, dengan kehidupan sehari-hari masyarakat desa di sekitar candi yang menarik dalam hal budaya. Para wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan yang tertarik akan kehidupan sekitar, dapat mempelajari budaya, makanan tradisional, cara membuat batik, bahkan mempelajari bagaimana seni bangunan yang ada di sana.
            Untuk memasuki Candi Prambanan yang buka pada pukul 06.00 – 17.00 ini, terdapat berbagai harga tiket, yaitu:
·         Wisatawan Lokal:                   Dewasa           : Rp. 30.000
                                                Anak-anak       : Rp. 12.500

·         Wisatawan Mancanegara:       Dewasa           : Rp. 171.000
                                                Anak-anak       : Rp. 85.000
           
            Untuk menuju ke Candi Prambanan yang terletak di Jalan Solo ini, wisatawan bisa menggunakan armada Trans Jogja yang murah meriah bagi wisatawan yang mau menikmati kunjungan dengan hemat. Namun sudah banyak pula disediakan paket wisata yang cukup membantu memudahkan perjalanan para wisatawan.

2.1.3. Definisi Remaja

            Menurut psikologi, remaja merupakan suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira-kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, seperti pertumbuhan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perubahan karakteristik seksual.
            Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol, seperti pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis. Menurut Hurlock (1992), remaja juga berasal dari kata adolensence yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Istilah ini mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik.

2.1.4. Karakteristik Wisatawan Remaja

            Di dalam perjalanan wisata, terdapat beberapa karakteristik wisatawan yang dapat digolongkan ke dalam beberapa aspek, seperti: aspek psikografik, aspek demografik, dan aspek geografik. Karakteristik wisatawan remaja sendiri termasukke dalam aspek demografik yang merupakan penggolongan berdasarkan usia, pendidikan, pendapatan, jenis kelamin, dan status sosial keluarga. Adapun karakteristik wisatawan remaja adalah sebagai berikut:

1.      Perjalanan bebas dan berkelompok.
2.      Membuat persiapan perjalanan sendiri dengan waktu.
3.      Pada umumnya tinggal cukup lama.
4.      Menggunakan jasa biro perjalanan hanya untuk transportasi.
5.      Fleksibel dalam menerima fasilitasdan pelayanan.
6.      Minat beragam, budaya, alam, olahraga, namun lebih suka kegiatan aktif.
7.      Individualistis dalam berpakaian dan berperilaku.
8.      Suka meniru perilaku wisatawan remaja mancanegara.

2.2. Hipotesis

            Istilah hipotesis berasal dari dua kata, yaitu: hypo yang berarti di bawah, dan thesa yang berarti kebenaran. Jadi, hipotesis merupakan jawaban dari rumusan masalah yang ditulis menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.
            Berikut adalah berbagai pendapat dari para ahli mengenai definisi dari hipotesis:

1.      Trealese (1960)                        : Suatu keterangan sementara dari suatu fakta
                                                  yang dapat diamati.
2.      Good dan Scates (1954)         : Sebuah taksiran atau referensi yang
                                                  dirumuskan serta diterima untuk sementara
                                                  yang dapat menerangkan fakta-fakta yang
                                                  diamati ataupun kondisi-kondisi yang diamati
                                                  dan digunakan sebagai petunjuk untuk
                                                  langkah-langkah selanjutnya.
3.      Kerlinger (1973)                      : Pernyataan yang bersifat terkaan dari
                                                  hubungan antara dua atau lebih variabel.

            Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1.      Sejarah berdirinya Candi Prambanan dimulai oleh Rakai pikatan yang melakukan pembangunan pada tahun 850 Masehi sebagai tandingan Candi Buddha Borobudur dan Candi Sewu yang terletak berdekatan dengan Candi Prambanan. Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi ini bertujuan untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing, yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha. Berdasarkan prasasti Siwagrha Berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa , dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sansekerta adalah Siwagrha yang berarti rumah Siwa.
Kompleks bangunan ini terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti Raja Daksa dan Tulodong. Karena kemegahan candi ini, Candi Prambanan berfungsi sebagai candi agung kerajaan Mataram , tempat digelarnya berbagai upacara penting kerajaan.
Sekitar tahun 930-an, ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok yang mendirikan Wangsa Isyana. Kepindahan ini sangat mungkin disebabkan oleh letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara Candi Prambanan. Bangunan candi ini diduga benar-benar runtuh akibat gempa bumi hebat pada abad ke-16, namun keberadaan candi ini masih diketahui oleh warga yang tinggal di desa setempat.
Walaupun masih mengetahui keberadaan candi ini, penduduk lokal tidak mengetahui latar belakang sejarahnya, siapakah raja, dan kerajaan apakah yang membangun monumen ini, sehingga sebagai hasil imajinasi, rakyat setempat menciptakan dongeng lokal untuk menjelaskan asal mula keberadaan candi-candi ini. Kisah tersebut diwarnai dengan kisah fantastis mengenai raja raksasa, ribuan candi yang dibangun oleh makhluk halus hanya dalam tempo satu malam, serta putrid cantik yang dikutuk menjadi arca. Legenda mengenai Candi Prambanan ini dikenal sebagai kisah Rara Jonggrang.

2.      Candi Prambanan memang terkenal dengan kekayaan sejarahnya yang menjadikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tiga dari empat sampel yang telah penulis ambil yang dijadikan sebagai obyek penelitian menyatakan bahwa kekayaan sejarah itulah yang membuat wisatawan remaja dari Jakarta Selatan tertarik untuk mengunjungi Candi Prambanan.


BAB III
PROSEDUR PENELITIAN

3.1. Metode Penelitian

            Metode penelitian merupakan tata cara bagaimana suatu penelitian akan dilaksanakan. Istilah ini juga dapat ditafsirkan sebagai strategi kerja yang didasarkan oleh ancangan tertentu. Metode penelitian mencakup kesatuan dari serangkaian proses, seperti: penentuan kerangka pikiran, perumusan masalah, penentuan populasi, penentuan sampel, data, teknik pemerolehan data, dan analisis data.
            Di dalam penelitian, terdapat beberapa jenis metode, seperti: metode historis, metode deskriptif, metode korelasional, metode eksperimental, dan metode kuasi eksperimental. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan salah satu dari jenis metode di atas, yaitu metode deskriptif.
            Metode deskriptif adalah salah satu jenis metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan berbagai informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, mengidentifikasi masalah, dan membuat perbandingan atau evaluasi. Metode deskriptif digunakan untuk melukiskan sesuatu secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu secara aktual dan cermat.

3.1.1. Populasi

            Populasi merupakan objek penelitian yang diambil dari keseluruhan individu dari segi-segi tertentu. Dalam penelitian ini, penulis mengambil populasi dari remaja di daerah Jakarta Selatan.

3.1.2. Sampel

            Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dijadikan objek penelitian langsung. Sampel hendaknya mewakili atau dinggap mewakili atau dianggap mewakili populasi secara keseluruhan. Dalam penelitian ini, penulis memilih empat sampel remaja yang pernah mengunjungi Candi Prambanan, yang berdomisili di Jakarta Selatan.

            Berikut adalah sampel yang diambil oleh penulis dalam melakukan penelitian:

1.      Nama: Catur Kurniahajtami.
Umur: 20 tahun.
Jenis Kelamin: Perempuan.
Pekerjaan: Mahasiswa.

2.      Nama: Lolina Priwindra.
Umur: 20 tahun.
Jenis Kelamin: Perempuan.
Pekerjaan: Mahasiswa.

3.      Nama: Fivit Damayanti.
Umur: 20 tahun.
Jenis Kelamin: Perempuan.
Pekerjaan: Mahasiswa.

4.      Nama: Nurlailie Zhafirah.
Umur: 20 tahun.
Jenis Kelamin: Perempuan.
Pekerjaan: Mahasiswa.

3.1.3. Teknik Pengumpulan Data

            Dalam proses pengumpulan data, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan oleh peneliti, seperti: teknik rekam, teknik kerja sama dengan informan, teknik simak dan catat, teknik pustaka, dan teknik kuesioner.
            Pada penelitian ini, penulis menggunakan teknik kuesioner untuk mendapatkan data penelitian dari sampel. Teknik kuesioner adalah sebuah teknik dalam penelitian yang dilakukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan yang sudah tersusun tetap dan sama dari bahan tertentu, kepada sampel.
            Adapun pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penulis dalam teknik ini adalah sebagai berikut:
1.      Apakah alasan kalian mengunjungi Candi Prambanan?
2.      Apakah yang membuat kalian tertarik mengunjungi Candi Prambanan?
3.      Apakah nilai sejarah menjadi salah satu alasan kalian mengunjungi Candi Prambanan?

3.2. Langkah-langkah Penelitian

            Langkah-langkah dalam penelitian berfungsi untuk menjadi acuan dalam membuat penelitian. Adapun langkah-langkah yang diambil oleh penulis dalam melakukan penelitian adalah sebagi berikut:
1.      Melakukan perumusan masalah.
2.      Melakukan studi pendahuluan.
3.      Merumuskan hipotesis.
4.      Menentukan rancangan penelitian.
5.      Melaksanakan penelitian.
6.      Merumuskan hasil penelitian.
7.      Menyusun laporan penelitian.


BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

            Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis mengenai Nilai Sejarah Candi Prambanan Sebagai Daya Tarik Wisata Bagi Remaja dari Jakarta Selatan, dengan mengambil empat sampel remaja yang berdomisili di Jakarta Selatan dan pernah melakukan kunjungan ke Candi Prambanan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa nilai sejarah yang sangat kaya dari Candi Prambanan masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, khususnya remaja. Hal ini tentunya menjadi nilai positif bagi kepariwisataan di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan budaya tradisional dan sejarahnya.

4.2. Saran

            Sebagai salah satu daya tarik wisata di Indonesia, pengelola Candi Prambanan diharapkan mampu mengembangkan lagi daya tarik yang dapat diberikan dengan cara memanfaatkan potensi-potensi yang ada di sekitar .


 

BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Subroto, Edi. 1992. Pengantar Metoda Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: Sebelas maret University Press.







;;

By :
Free Blog Templates